Tahun Baru 2025 Harga Cabai Rawit Di pasar Cileungsi Semakin Pedas
#Pendidikan #Politik #BogorRaya #Peristiwa #Nasional #Hukum & Kriminal #Pemerintah #Teknologi #Lifestyle #Ekonomi #Olahraga #Kesehatan
BOGOR, POTRETBOGOR - Harga cabai di sejumlah pasar terus mengalami kenaikan yang tajam pada awal tahun 2025. Harga cabai rawit merah di Pasar Cileungsi kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat. Sudah tembus Rp 140.000 hingga Rp 150.000/kg. Sementara harga cabai merah rawit dipatok harga Rp 120.000/kg.
Berdasarkan pantauan Update Cerita Indonesia di lokasi tersebut pada Sabtu (4/1/2025). Kenaikan harga cabai tersebut terjadi setelah malam pergantian tahun baru. Di mana harganya sebelumnya hanya mencapai Rp 90.000/kg.
Nuralim (50) pedagang sayuran di Pasar Cileungsi, kabupaten Bogor mengungkapkan harga sayuran terus mengalami kenaikan yang signifikan sejak pergantian tahun. Kini ia menjual cabai rawit merah yang kwalitas bagus Rp 140.000 hingga Rp 150.000/kg. Untuk harga sebelum tahun baru ia hanya Rp 90.000 hingga 100.000/kg.
"Naik terus harganya sekarang dibandingkan kemarin-kemarin. Per Desember kemarin kita masih jual Rp 100.000/kg pasca tahun barunya kita belanja itu nggak dapet modalnya Rp 100.000/kg. Belinya udah Rp 120.000/kg-Rp 130.000/kg," katanya
Nuralim mengatakan untuk yang belanja stabil cuma biasanya mereka beli banyak sekarang belinya dikit-dikit
"Yang belanja sih masih stabil cuma belinya ngurangin biasa setengah kilo hingga satu kilo sekarang paling 1 ons", ujarnya
Kenaikan juga terjadi pada harga bawang kentang. Cabe Kriting merah Rawit Ijo Ia mengatakan harga rawit Ijo kini dibanderol Rp 60.000/kg, dari harga sebelumnya Rp 30.000/kg. Dan Cabe Kriting Merah Rp 60.000/kg.
Hal yang sama di sampaikan pedagang sayuran, Debus (51) mengatakan kini ia menjual harga cabai rawit merah Rp 150.000/kg.
"Harga cabai rawit merah Rp 90.000, kemarin sebelum tahun baru Rp 100.000 sekarang Rp 140.000/kg," katanya.
Sementara Ratna salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) mengaku pasca kenaikan harga Cabe jadi mengurangi pembelian yang biasanya banyak jadi sedikit akibat mahal.
"Iya sekarang belinya di kurang, biasa beli buat 2 hingga 3 kali masak sekarang mah cuma sekali", ucapnya
Ia berharap kepada pemerintah bisa mengatasi hal ini bisa menstabilkan harga sayuran sehingga tak membuat kantong bolong.
"Semoga pemerintah bisa segera mengatasi harga pangan agar tak menguras kantong kami ibu rumah tangga", harapnya.(F)

