Atap Lima Kelas SMKN 1 Gunung Putri Ambruk, 41 Siswa Terluka KBM Dialihkan ke Daring


GUNUNG PUTRI I POTRETBOGOR— Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Senin, 1 November 2025, menyebabkan atap lima ruang kelas di SMKN 1 Gunung Putri ambruk. 


BPBD Kabupaten Bogor mengungkapkan atap SMKN 1 Gunung Putri ambruk akibat diterjang hujan dan angin kencang yang membuat lima bangunan sekolah rusak serta 42 siswa menjadi korban luka-luka akibat insiden tersebut. 


"Sedikitnya 40 siswa mengalami luka-luka, baik ringan maupun berat. Seluruh siswa yang mengalami luka telah dirawat di rumah sakit," ungkapnya.


"Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu mengakibatkan 41 siswa mengalami luka-luka, dengan lima di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit," tambahnya.


Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyebut bahwa kelas yang tertimpa atap seharusnya kosong karena siswa kelas X dan XI sedang mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA). 


Namun, karena digunakan oleh kelas lain, insiden tersebut tetap menimpa puluhan siswa yang sedang belajar.


"Jumlah korban 41 siswa terluka, seluruh korban telah dirawat di fasilitas kesehatan terdekat. Kondisi terkini, lima siswa masih dirawat, sisanya telah dipulangkan," ujar Purwanto.


Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Putri, Nani Yulianti, menjelaskan bahwa kegiatan belajar mengajar langsung dihentikan pasca kejadian.


 “Untuk sementara, KBM dialihkan ke sistem daring atau digabung dengan kelas lain,” ujarnya.


Purwanto juga mencatat bahwa ini merupakan kejadian kedua dalam tahun ini di wilayah Bogor, setelah insiden serupa menimpa SMK Cileungsi pada bulan September.


Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya audit struktural dan pemeliharaan berkala terhadap bangunan sekolah, terutama di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem. 


"Semoga para siswa segera pulih dan kegiatan belajar dapat kembali berjalan dengan aman," tutupnya.


Editor: Asep Bck

Potretbogor Iklan dan TV