Siswa SMPN 1 Jonggol Bogor Diduga Keracunan usai Menyantap MBG, Disdik Tunggu Hasil Uji Lab


BOGOR I POTRETBOGOR–Insiden Dugaan penyebab keracunan tiga siswa SMPN 1 Jonggol, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengaku menunggu hasil uji laboratorium dari sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG)


"Ya, kami sudah menerima laporan perihal tersebut. Betul ada tiga orang (siswa SMPN 1 Jonggol) dibawa ke Puskesmas, tapi kita belum bisa menentukan apakah mereka itu mengalami keracunan atau bukan dari makanan yang disalurkan oleh salah satu dapur SPPG," ujarnya, Jumat (26/9/2025).


Menurut Rusli, saat ini Disdik Kabupaten Bogor dan SMPN 1 Jonggol masib menunggu hasil uji laboratorium. Sebab,  dari penyampaan dari SPPG penyedia pengendaliannya aman.


"Dari tga siswa yang menjadi korban sudah kembali atau diperkenankan pulang setelah mendapatkan perawatan dari Puskesmas Jonggol,” jelasnya.


Sebagai informasi, tiga siswa SMPN 3 Jonggol, Kabupaten Bogor dilarikan ke Puskesmas Jonggol, pada Selasa  (23/9/2025). Ketiganya diduga mengalami keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).


“Ya habis makan (program MBG) tiga siswa ini mengalami mual-mual, lalu dibawa ke uks (usaha kesehatan sekolah), setelah itu dibawa ke Puskesmas Jonggol,” ujar Kepala SMPN 1 Jonggol, Oellis Wiastoeti.


Kedinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan, pihaknya memperkuat pengawasan mutu gizi dan keamanan pangan dalam program MBG untuk anak sekolah, seiring dengan maraknya kasus keracunan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG).


Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan kepada siswa memenuhi standar gizi, higienitas, dan keamanan.


Fusia mengatakan, pengawasan dilakukan secara terpadu bersama 101 Puskesmas yang menjadi perpanjangan tangan Pemkab Bogor di wilayah.


“untuk pengawasannya, mulai dari kelayakan kandungan gizi menu yang disediakan, energi, protein, vitamin, mineral, hingga masa kadaluarsa dan cara penyimpanan serta distribusi bahan makanan,” ujarnya.(JN/A)

Potretbogor Iklan dan TV