RS Radjak Dikecam, Larang Wartawan Liput Korban Ambruknya Atap SMKN 1 Cileungsi
#Pendidikan #Politik #BogorRaya #Peristiwa #Nasional #Hukum & Kriminal #Pemerintah #Teknologi #Lifestyle #Ekonomi #Olahraga #Kesehatan
BOGOR, POTRETBOGOR — Sikap manajemen RS Radjak Hospital menuai kritik dari sejumlah jurnalis. Mereka mengaku kecewa lantaran pihak rumah sakit melarang liputan terkait korban ambruknya atap SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (10/9/2025).
Beberapa wartawan yang hendak mengambil gambar dan meminta keterangan terkait kondisi siswa korban ambruknya atap sekolah dihalangi oleh pihak keamanan rumah sakit. Alasannya, belum ada izin dari direktur rumah sakit.
> “Kami kecewa dengan sikap RS Radjak karena melarang wartawan meliput para korban. Padahal banyak korban yang dibawa ke sini,” ungkap Andri Sepriadi, salah satu wartawan yang meliput di lokasi.
Ia menambahkan, meski sudah berusaha meminta keterangan resmi dan izin peliputan, pihak rumah sakit tetap bungkam.
> “Kami sudah minta perwakilan rumah sakit untuk memberikan keterangan, tapi tidak ada yang bersedia. Izin pun tidak diberikan,” keluhnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RS Radjak Hospital belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pelarangan peliputan.(Kentang)

