Refleksi HJB 544: Ketua Fatra Minta Bupati Bertindak Tegas Soal Dugaan Sertifikat Palsu, Publik Menunggu Langkah Nyata


BOGOR I POTRETHUKUM — Perayaan Hari Jadi Bogor ke-544 yang semestinya menjadi momen refleksi dan kebanggaan, justru diwarnai kritik tajam dari Ketua Forum Timur Raya (Fatra), H. Yudi Sucipta. 


Ia menyoroti kasus dugaan sertifikat palsu yang mencuat di Kabupaten Bogor dan menilai hal ini sebagai bukti lemahnya pengawasan pemerintah daerah.


"Kasus dugaan sertifikat palsu bukan sekadar pelanggaran administrasi, tetapi merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah. Bupati harus segera bertindak tegas agar persoalan ini tidak menjadi preseden buruk,” tegas Yudi.


Sorotan Kritik Integritas birokrasi


Dugaan sertifikat palsu mencerminkan adanya celah dalam sistem administrasi pertanahan dan pelayanan publik.Kepercayaan masyarakat: Publik merasa dirugikan dan kehilangan keyakinan terhadap komitmen pemerintah daerah.


Ketua Fatra menekankan bahwa Bupati tidak boleh menutup mata terhadap praktik yang merugikan rakyat. Yudi juga menegaskan bahwa momentum Hari Jadi Bogor harus dijadikan titik balik untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. 


“Jangan sampai usia Bogor yang sudah 544 tahun hanya dihiasi seremonial, sementara masalah serius seperti sertifikat palsu dibiarkan berlarut,” ujarnya.


Sebagai informasi, kritik Fatra menunjukkan bahwa masyarakat menuntut langkah nyata, bukan sekadar janji. Tanpa tindakan tegas, perayaan HJB ke-544 bisa kehilangan makna sebagai simbol kemajuan daerah.(redaksi)

Potretbogor Iklan dan TV