Rakorwil Bali–Nusra 2026: Strategi Bersama Wujudkan Transportasi Udara Selamat, Aman, Nyaman


BALI I POTRETDAERAH – Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Achmad Setiyo Prabowo, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Wilayah Kerja (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU) Wilayah IV Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Labuan Bajo pada 27–28 Januari 2026.  


Acara ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Bali, NTB, dan NTT, TNI AU, PT Angkasa Pura Indonesia, AirNav Indonesia, serta pimpinan Badan Usaha Angkutan Udara.  


Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Setiyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat konektivitas transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman di Bali, NTB, dan NTT.  


“Kita dihadapkan pada keterbatasan armada, dinamika harga tiket, pengelolaan ruang udara, hingga kebutuhan akan keandalan infrastruktur bandara dan peningkatan kompetensi SDM penerbangan,” ujar Setiyo. 


“Namun demikian, Ditjen Hubud menegaskan komitmen untuk selalu mengedepankan prinsip Safety, Security, Services, dan Compliance (3S+1C) dalam setiap kebijakan.” tambahnya. 


Isu Strategis 2025–2029


Dalam Rakorwil ini, Ditjen Hubud memaparkan sejumlah isu strategis, antara lain Target On Time Performance (OTP): 85% pada tahun 2029, pengembangan Infrastruktur seperti mendukung sentra produksi pangan, energi, dan air nasional di Wanam, Papua Selatan.  


Selain itu, penguatan kelembagaan seperti pemisahan fungsi regulator dan operator untuk memperkuat tata kelola. Kemidian keamanan dan keselamatan seperti pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan secara berkelanjutan.  


Setiyo juga menyampaikan instruksi khusus dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara kepada seluruh pemangku kepentingan di wilayah KOBU IV untuk meningkatkan mitigasi keselamatan saat cuaca buruk. 


Lalu menyiapkan contingency plan demi target zero accident dan zero fatality. Meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk kebersihan terminal dan fasilitas keamanan. Memastikan kelancaran angkutan Mudik Lebaran.  


"Saya berharap rakor ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta merumuskan langkah konkret demi memastikan konektivitas udara yang berkelanjutan,” tegas Setiyo.  


Pertumbuhan Trafik Bali–Nusra


Kepala KOBU Wilayah IV, Cecep Kurniawan, menambahkan bahwa sepanjang tahun 2025, wilayah Bali–Nusra mencatat pertumbuhan trafik signifikan. Total penumpang domestik dan internasional mencapai 29.391.427 orang, naik 2% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan kontribusi 17,79% terhadap total trafik nasional.  


“Peningkatan trafik harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dan kompetensi SDM agar transportasi udara yang selamat, aman, dan nyaman benar-benar terwujud,” ujar Cecep.  


Selain membahas kebijakan strategis, Rakorwil juga menghadirkan organisasi pembelajaran bagi teknisi penerbangan dan personel lainnya.  


SUMBER: KABAG HUMAS DITJEN HUBUD 


EDITOR: ASEP BCK

Potretbogor Iklan dan TV