PSI Bilang Terbuka, Gerindra Bilang Mustahil: Isu KDM Hijrah Partai Jadi Sorotan


BANDUNG I POTRETPOLITIK-Isu bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendadak ramai di media sosial Threads.


Spekulasi itu menyebar cepat, memicu diskusi publik dan membuat internal Gerindra angkat bicara.


Wakil Ketua Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa Karya Guna, mengaku langsung menghubungi Dedi Mulyadi untuk mengklarifikasi kabar tersebut. Respons sang gubernur justru membuatnya semakin yakin bahwa isu itu tidak berdasar.


“Saya sudah konfirmasi ke KDM, bahkan beliau itu terheran-heran. Jadi enggak ada dalam pikirannya,” ujar Buky, Senin (24/8/2026).


Buky menuturkan bahwa saat ditelepon, Dedi Mulyadi bahkan menanggapi rumor itu sambil tersenyum. Menurutnya, KDM sama sekali tidak mengetahui asal-usul kabar perpindahan ke PSI.


“Tadi saya telepon beliau malah terkaget-kaget tapi sambil senyum-senyum. Maksudnya dia sendiri enggak ada dalam pikirannya,” ucapnya, dikutip dari Merdeka.


Posisi Strategis di Gerindra


Buky juga menegaskan posisi Dedi Mulyadi di Partai Gerindra. Saat ini, KDM merupakan anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, jabatan yang menurut Buky menuntut integritas tinggi dan komitmen kuat terhadap partai.


“Beliau itu salah satu anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Kalau pembina kan harus punya integritas yang tinggi,” katanya.


Dengan posisi tersebut, Gerindra memastikan tidak ada tanda-tanda Dedi Mulyadi akan meninggalkan partai untuk bergabung dengan PSI.


PSI: Pintu Kami Selalu Terbuka


Di tengah bantahan Gerindra, PSI memberikan respons yang lebih diplomatis. Mantan Ketua DPW PSI Jawa Barat, Marshall Chandra, menyatakan belum mengetahui secara pasti kabar Dedi Mulyadi akan bergabung dengan PSI.


Namun ia menegaskan bahwa PSI terbuka bagi siapa pun, termasuk Dedi Mulyadi, jika suatu saat ingin menjadi bagian dari partai tersebut.***

Potretbogor Iklan dan TV