Pj. Bupati Bogor Serahkan Bantuan Infrastruktur Keuangan 'Samisade' Tahun 2024 Di Kecamatan Citeureup,
#Pendidikan #Politik #BogorRaya #Peristiwa #Nasional #Hukum & Kriminal #Pemerintah #Teknologi #Lifestyle #Ekonomi #Olahraga #Kesehatan
CITEUREUP|POTRETBOGOR - Kunjungan Kerja (Kunker) Pj. Bupati Bogor dalam rangka Penyerahan Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa Samisade (Satu Miliar Satu Desa) Tahun Anggaran 2024 di Kecamatan Citeureup, Rabu (31/7/2024).
Pj. Bupati Bogor Asmawa Tosepu menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut memastikan memberikan penekanan semangat program Samisade dengan tujuan Percepatan, yaitu Percepatan Infrastruktur yang ada di Desa.
"Baik itu dalam rangka membuka eksibilitas jalan, maupun perbaikan infrastruktur lainnya seperti sanitasi dan infrastruktur Pemerintahan," ucap Asmawa Tosepu.
Oleh karena itu, ia menitipkan program kegiatan tersebut sampai selesai dan dilaksanakan secara akuntabel, dapat dipertanggung jawabkan dan transparan, serta melibatkan semua stakeholder termasuk masyarakat karena bersifat swakelola. Agar terdapat dua Swakelola yang didapatkan di Desa.
"Yang pertama, kualitasnya pasti lebih bagus karena yang mengerjakannya warga masyarakat sendiri untuk kebutuhan atau kepentingan masyarakat itu sendiri," ungkapnya.
"Yang kedua, adalah tentu secara ekonomi akan terjadi peningkatan kesejahteraan, karena warga masyarakat yang mengerjakannya itu pasti akan mendapatkan gaji dari kegiatan tersebut, jadi itu maksudnya," lanjutnya
Disamping itu, lanjut Asmawa Tosepu menuturkan, ia menitipkan agar Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa tersebut harus bisa dirasakan manfaatnya khususnya untuk Masyarakat Desa itu sendiri.
"Karena apapun itu sudah melalui proses yang panjang, dimulaiin proses musyawarah ditingkat Desa sampai penetapan di DPRD. Oleh karenanya mati manfaatkan bantuan keuangan ini seefektif dan seefisien mungkin," paparnya.
Lalu ia mengatakan, bahwa sudah menegaskan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk melakukan Evaluasi atas pelaksanaan dua tahun serta berjalan ditahun ini, agar bisa melihat sejauh mana eksibilitas dari program Samisade tersebut.
"Mudah-mudahan hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa perlu kita lakukan suntikan tambahan lagi. Sehingga terasa manfaatnya dari Samisade itu sendiri, tentu hasil evaluasi yang menentukan," tuturnya.
Saat wawancara awak media, terkait apakah pemerintahan Kabupaten Bogor memperbolehkan jika suatu saat nanti pengerjaan Samisade tersebut memakai pihak ke 3 untuk mengerjakannya.
"Sekarang kita lihat mekanisme nya, mekanisme kegiatan itu bisa, pertama kita bisa kedepankan Samisade ini dengan masyarakat yang mengerjakan tapi kemudian, ada kemungkinan kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dilakukan oleh masyarakat tidak tersedia, maka harus melalui pihak ke 3," ujarnya
"Sekarang yang pasti, bahwa kita pastikan adalah mekanismenya itu harus benar jangan diluar mekanis yang ada," lanjut Asmawa Tosepu.
Dan ia mengatakan terhadap pencairan yang memakai aplikasi, Aswama mengatakan, bahwa seluruh pemerintahan Desa di Kabupaten Bogor sudah memahami perkembangan teknologi informasi, karena semua proses pencairan sudah hampir melalui informasi dan sudah aplikasi.
"Jadi, tidak ada masyarakat di sisi (tidak paham teknologi) itu sebenarnya, Samisade ini sudah tahun ke 3 dan sudah punya pengalaman dua tahun, Alhamdulillah sudah berjalan semua. Hanya tinggal, kemudian peran camat dalam hal ini kepala wilayah di kecamatan memberikan atensi pendampingan, itu saja," tukasnya.

