Pemkab Bogor Tingkatkan Dukungan untuk Sektor Pertanian Melalui Bantuan, Penyuluhan dan Peningkatan Anggaran


BOGOR I POTRETBOGOR.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus menunjukkan keberpihakannya pada sektor pertanian, yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian daerah. 


Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun), berbagai langkah strategis dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung kesejahteraan petani.


Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, S.Pd., MM., menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran vital dalam menopang keberlanjutan daerah. 


“Produktivitas pertanian bisa terwujud bila kebutuhan sarana dan prasarana petani terpenuhi secara memadai. Karena itu, kami hadir memberikan bantuan yang langsung menyasar kebutuhan para petani di lapangan,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).


 *Bantuan Sarana dan Prasarana Pertanian* 


Pada tahun 2025, Pemkab Bogor telah menyalurkan berbagai bantuan untuk memperkuat sektor pertanian. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 92 unit diserahkan kepada 77 kelompok tani. 


"Alat-alat tersebut mencakup hand traktor, kultivator, power thresher (perontok padi), motor roda tiga, pompa air, hingga hand sprayer untuk menunjang proses produksi," kata Entis.


Selain itu, bantuan benih dan bibit bersertifikat diberikan untuk berbagai komoditas, dengan cakupan lahan total 5.643 hektare. 


"Tak hanya berfokus pada produksi, Pemkab Bogor juga mengupayakan ketersediaan air untuk pertanian melalui pembangunan 8 unit irigasi, 1 unit irigasi perpipaan, dan 2 unit dam parit," ujarnya.


 *Kerja sama lintas instansi juga terus diperkuat.* 


Pemkab Bogor mengajukan bantuan jaringan irigasi ke Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 


Selain itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kodim 0621 turut dilibatkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur irigasi.


"Prasarana lain seperti 6 unit jalan usaha tani, 4 unit greenhouse, serta 1 rumah penampung hasil pertanian turut dihadirkan untuk mempermudah akses dan meningkatkan nilai jual produk petani," katanya.


 **Penguatan SDM dan Penyuluhan* 

* 

Tidak hanya memberikan bantuan fisik, Pemkab Bogor juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian. 


"Saat ini, Kabupaten Bogor memiliki 87 penyuluh PNS, 68 penyuluh PPPK, dan 34 tenaga bantu penyuluh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tersebar di 13 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)," paparnya.


Selain itu, 190 penyuluh pertanian swadaya (PPS) juga dilibatkan. Mereka adalah petani-petani berprestasi yang berbagi pengalaman dan ilmu kepada komunitas tani di daerahnya masing-masing. 


“Kami ingin menciptakan ekosistem pertanian yang mandiri dan berdaya. Penyuluh swadaya menjadi ujung tombak agar ilmu terdistribusi lebih cepat ke lapangan,” kata Entis.


"Tahun ini, Pemkab Bogor juga menggelar peningkatan kapasitas untuk 100 kelompok tani, pelatihan khusus petani milenial sebanyak dua angkatan, serta penyelenggaraan Sekolah Lapang di lima lokasi berbeda," jelasnya.


 *Produksi Padi Meningkat, dan Tantangan* 


Data yang sempat disampaikan koordinator BEM se-Bogor, Indra Mahfuzhi, mengenai penurunan produksi padi sebesar 9 persen hingga hanya mencapai 455 ribu ton pada 2023, diakui kebenarannya oleh Entis. 


Namun, ia menegaskan bahwa langkah-langkah strategis yang dilakukan berhasil meningkatkan produksi pada 2024 menjadi 463 ribu ton.


“Ini bukti nyata bahwa kerja sama antara pemerintah, penyuluh, dan petani dapat memberikan hasil positif. Ke depan, kami optimistis produksi akan terus meningkat,” ucapnya.


 *Anggaran Pertanian Naik 36 Persen* 


Wujud nyata keberpihakan Pemkab Bogor pada sektor pertanian terlihat dari peningkatan anggaran yang signifikan. Pada 2024, pagu anggaran Distanhorbun sebesar Rp68,8 miliar, dan pada 2025 meningkat menjadi Rp93,6 miliar atau naik 36 persen. 


Kenaikan ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.


“Pertanian adalah sektor strategis, dan peningkatan anggaran ini adalah komitmen pemerintah untuk memastikan petani mendapatkan dukungan penuh,” kata Entis Sutisna.


Dengan dukungan program, sarana, penyuluhan, dan peningkatan anggaran, sektor pertanian Kabupaten Bogor terus diarahkan menjadi lebih produktif, modern, dan berkelanjutan. 


"Harapannya, Kabupaten Bogor tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga menciptakan kesejahteraan bagi para petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tutupnya.*


Editor: Asep Bck

Potretbogor Iklan dan TV