KPK Diminta Serius Tangani Dugaan Korupsi Pemkab Bogor, Bayu Syah Johan Ingatkan Pentingnya Efek Jera



CIBINONG I POTRERBOGOR-Tokoh Bogor, Bayu Syah Johan, menyampaikan keprihatinannya atas kembali mencuatnya dugaan korupsi yang menyeret wilayah Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat. 


Menurutnya, kasus serupa sudah beberapa kali terjadi dan seolah menjadi pola yang berulang dari waktu ke waktu. Bayu menilai, meski berbagai kejadian sebelumnya telah menjadi pelajaran, praktik  korupsi seperti tidak pernah benar?benar hilang. 


Ia mendorong KPK dapat bertindak tegas, sesuai harapan masyarakat, tanpa intervensi pihak mana pun. "Penegakan hukum yang kuat, menjadi kunci untuk memberikan efek jera bagi para pelaku korupsi," ucap Bayu, Senin (24/8/2026).


Berbicara mengenai kasus upah pungut, Bayu menilai praktik tersebut sangat merugikan masyarakat. Dengan APBD Kabupaten Bogor yang mencapai belasan triliun rupiah, indikasi korupsi yang muncul tentu sangat mengkhawatirkan. 


Ia menyebut masyarakat sebenarnya mengetahui alur dan pihak yang menjadi pengepul uang jasa kontraktor, termasuk adanya persentase tambahan yang justru merugikan masyarakat.


 “Jika dihitung, itu bukan satu atau dua miliar, tapi bisa ratusan miliar. Dan saya tidak tahu itu uang siapa,” ujarnya.


Meski demikian, Bayu menegaskan keyakinannya bahwa Bupati dan Wakil Bupati Bogor adalah sosok yang peduli masyarakat dan sepertinya tidak mungkin terlibat dalam praktik korupsi. 


Menurutnya, latar belakang keduanya mantan ketua DPRD dan pengusaha tambang, membuat mereka tidak memiliki alasan untuk menerima uang haram tersebut.


Di sisi lain, Bayu menyoroti pemerataan pembangunan yang menurutnya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. 


Pembangunan dinilai masih terpusat di wilayah Cibinong dan Babakan Madang, sementara wilayah timur, barat, dan lainnya belum mendapatkan perhatian yang seimbang. 


"Kabupaten Bogor membutuhkan infrastruktur yang monumental dan benar?benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas," jelas Bayu.


Bayu juga menyoroti kualitas proyek pembangunan yang dinilai belum optimal. Ia mencontohkan proyek jalan yang cepat rusak hanya dalam hitungan bulan. "Kualitas dan ketahanan hasil pembangunan seharusnya menjadi perhatian utama," jelasnya.


Menutup pandangannya, Bayu berharap KPK menurunkan tenaga profesional untuk membongkar dugaan korupsi di Kabupaten Bogor tanpa intervensi. 


Ia juga menyampaikan bahwa dirinya dan beberapa tokoh masyarakat pernah dijanjikan ruang untuk memberi masukan dalam pembangunan daerah, namun hingga kini belum terealisasi. 


“Masukan itu sebenarnya sangat berharga agar korupsi tidak terjadi lagi di Kabupaten Bogor,” tutup Bayu.(red)

Potretbogor Iklan dan TV