Ketua LSM Penjara Romi Sikumbang Soroti Potensi Kegagalan KDMP Risiko Fiskal dan Tata Kelola Lemah




BOGOR I POTRETHUKUM - Ketua LSM PENJARA, Romi Sikumbang, mengingatkan pemerintah dan masyarakat terkait potensi kegagalan program Koperasi Desa Mandiri Produktif (KDMP). Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ia menilai terdapat sejumlah faktor yang dapat menggagalkan program tersebut.  


Pertama, risiko gagal bayar yang dapat membebani fiskal desa dan perbankan. Kedua, tata kelola yang lemah akibat dominasi elit lokal dan minimnya partisipasi masyarakat, sehingga membuka peluang korupsi. Ketiga, perencanaan yang terburu-buru tanpa studi kelayakan dan roadmap jelas.  


Selain itu, keterbatasan sumber daya manusia, tumpang tindih regulasi, serta ketergantungan pada dana pusat semakin memperbesar risiko. “Jika KDMP gagal, dampaknya bukan hanya pada beban utang desa, tetapi juga melemahkan semangat ekonomi rakyat dan mengancam pembangunan infrastruktur,” tegas Romi, Senin (9/2/2026). 


Romi Sikumbang juga menyoroti potensi kegagalan program Koperasi Desa Mandiri Produktif (KDMP). Berdasarkan pengamatan di lapangan. "Kami menilai KDMP berisiko besar gagal mencapai tujuan, dan justru menimbulkan beban baru bagi desa maupun masyarakat," pungkas Romi.


 *Faktor Utama Potensi Kegagalan KDMP* 


- Risiko Gagal Bayar dan Beban Fiskal: Potensi gagal bayar dapat membebani pemerintah desa dan perbankan, serta menghambat investasi produktif.  


- Tata Kelola Lemah: Dominasi elit lokal dan kepentingan pribadi menurunkan transparansi, membuat partisipasi masyarakat minim, dan membuka peluang korupsi.  


- Perencanaan dan Roadmap Tidak Jelas: Implementasi terburu-buru tanpa studi kelayakan dan roadmap yang solid meningkatkan risiko kegagalan.  


- Keterbatasan SDM: Pengurus koperasi yang belum berpengalaman serta sistem pembukuan manual rawan kesalahan data.  


- Regulasi dan Pengawasan Lemah: Tumpang tindih aturan dan lemahnya pengawasan memperbesar risiko penyalahgunaan.  


- Ketergantungan Dana: Tingginya ketergantungan pada dana pusat dan potensi pemangkasan oleh oknum desa membuat KDMP rapuh. 

 

- Dampak Ekonomi Negatif: Selain gagal bayar, KDMP berpotensi menurunkan PDB dan menghilangkan lapangan kerja.  


 *Dampak Jika KDMP Gagal* 


- Beban Utang Desa: Pemerintah desa akan menanggung tanggung jawab jika koperasi gagal bayar.  


- Korupsi dan Kebocoran Anggaran: KDMP berisiko menjadi ladang korupsi baru yang merugikan negara.

  

- Melemahkan Ekonomi Rakyat: Semangat perjuangan ekonomi desa melemah, ketimpangan semakin tajam.  


- Pemangkasan Infrastruktur: Dana desa yang dialihkan dapat mengancam pembangunan infrastruktur dasar.  


Editor: Redaksi

Potretbogor Iklan dan TV