Kebaya Noni, Kebanggaan Sulut: Perempuan yang Menjaga Tradisi dan Menggerakkan Masa Depan
#Pendidikan #Politik #BogorRaya #Peristiwa #Nasional #Hukum & Kriminal #Pemerintah #Teknologi #Lifestyle #Ekonomi #Olahraga #Kesehatan
SULUT I POTRERDAERAH-Di balik kemajuan Sulawesi Utara, berdiri tangan?tangan perempuan yang tak pernah lelah mengabdi. Dalam rangka Hari Kebaya Nasional 2026, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sulawesi Utara yang kini berusia 67 tahun menggelar Fashion Show Kebaya Noni.
Kegiatan ini diikuti para pejabat perempuan di lingkungan Pemprov Sulut serta pimpinan organisasi wanita se?Sulawesi Utara.Hadir sebagai narasumber, Ketua Perkumpulan Pecinta Kebaya Noni Indonesia (PPKNI) Coreta Louise Kapoyos dan Sekjen PPKNI Shirley Petronella Wenas.
Ketua Umum BKOW Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus, menegaskan bahwa Fashion Show Kebaya Noni merupakan bentuk kepedulian organisasi perempuan Sulut dalam melestarikan nilai budaya daerah, khususnya Kebaya Noni yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
"Kami terus mendukung pembangunan daerah melalui pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, peningkatan kualitas SDM, serta pelestarian budaya. Keunikan acara ini terlihat dari peserta peragaan busana yang bukan hanya model profesional, tetapi juga pejabat perempuan dan pimpinan organisasi wanita yang tampil percaya diri mengenakan Kebaya Noni di atas catwalk," kata Anik, Minggu (26/7/2026).
Sementara itu, Ketua PPKNI Coreta Louise Kapoyos menyampaikan apresiasi kepada BKOW Sulut atas penyelenggaraan acara ini. Ia menegaskan bahwa dari sekian banyak kebaya di Indonesia, baru tiga yang resmi terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia: Kebaya Laboh dari Riau, Kebaya Krancang dari DKI Jakarta, dan Kebaya Noni dari Sulawesi Utara.
"PPKNI terus mempromosikan Kebaya Noni hingga ke mancanegara, termasuk Amerika Serikat, Kanada, Finlandia, dan Vatikan," jelas Coreta. Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh komponen masyarakat.
Ia meyakini BKOW memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas SDM, memperkuat ketahanan keluarga, mendorong lahirnya wirausaha perempuan, serta menumbuhkan semangat gotong royong. "Melalui kolaborasi BKOW dan PPKNI dalam acara Kebaya Noni, tampak jelas bagaimana perempuan Sulawesi Utara menjaga budaya dengan semangat, kreativitas, dan kepedulian sosial yang luar biasa," paparnya.
Gubernur menyebut bahwa karakter ini harus terus dirawat agar melahirkan lebih banyak pemimpin perempuan, pelaku usaha, pendidik, relawan, dan tokoh masyarakat yang menginspirasi generasi berikutnya. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara bersama Ketua BKOW Ny. Anik Yulius Selvanus menyerahkan penghargaan khusus kepada PPKNI yang diterima langsung oleh Coreta Louise Kapoyos atas perannya mengangkat Kebaya Noni hingga menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.(red)

