Ini Kata Dinkes Soal Asap Pabrik Pembakaran Ban Di Klapanunggal


BOGOR, POTRETBOGOR  - Sejumlah warga Desa Klapanunggal kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat mengeluhkan dampak asap dari sejumlah pabrik pembakaran ban yang merasa terganggu sehingga merasa dirugikan atas pencemaran udara yang dikhawatirkan menimbulkan penyakit ISPA sehingga menganggu kesehatan saluran pernapasan.


Terkait hal ini dr Yessi Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menjelaskan bahwa kasus ISPA di Kecamatan Klapanunggal tahun 2025 masih dalam batas aman.


"Berdasarkan data sampai bulan Maret 2025, jumlah kasus ISPA tercatat masih dalam rentang nilai minimum dan maksimum historis (tahun 2022–2024). Ini menunjukkan bahwa kondisi saat ini belum tergolong sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB)", jelasnya Kamis 24 April 2025



Menurutnya ISPA memiliki penyebab yang kompleks dan tidak bisa dikaitkan hanya pada satu sumber (multifactor) Penyebab ISPA sangat bervariasi, termasuk:

Perubahan musim dan cuaca ekstrem,

Paparan asap rokok dan polusi dalam rumah, Paparan debu dan partikel di lingkungan, Penularan virus pernapasanmusiman.



"Daya tahan tubuh masyarakat, Usia merupakan salah satu faktor paling penting yang memengaruhi kerentanan terhadap ISPA, terutama pada dua kelompok: a. Anak-anak Balita, Sistem imun belum matang, sehingga lebih rentan terhadap virus dan bakteri pernapasan", ujarnya 



Selain itu kata dr Yessi saluran napas yang masih kecil menyebabkan lendir lebih mudah menumpuk dan menyumbat, sehingga memicu infeksi.


"Sering terpapar lingkungan berdebu atau tidak higienis, terutama di tempat penitipan anak, sekolah, atau rumah dengan ventilasi buruk, Imunitas alami menurun seiring usia, sehingga daya tahan tubuh terhadap infeksi juga melemah", ungkapnya 


Masih kata dia banyak lansia memiliki penyakit kronis penyerta, seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan paru, yang memperberat kondisi ISPA, Gizi buruk atau kurang gizi menurunkan daya tahan tubuh, membuat seseorang lebih mudah terinfeksi ISPA, karena sel-sel imun tidak bisa bekerja optimal, Lebih sulit pulih dari infeksi karena kurangnya zat-zat penting untuk perbaikan jaringan.


"Anak dengan gizi kurang biasanya mengalami ISPA yang lebih berat dan berulang, Sebaliknya, gizi baik (cukup protein, vitamin A, C, dan zinc) terbukti membantu memperkuat pertahanan tubuh terhadap penyakit pernapasan, Pengaruh Penyakit Penyerta (Komorbiditas)."imbuhnya 



Ia menuturkan beberapa penyakit kronis memperburuk ISPA, antara lain, Asma dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) ? Saluran napas sudah terganggu, sehingga infeksi ringan pun bisa menjadi berat.

Diabetes mellitus bisa menurunkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit jantung kronis


"Bila terjadi ISPA berat, kerja jantung makin terbebani dan bisa menyebabkan komplikasi, kepada masyarakat:

Gunakan masker di lingkungan berdebu atau ramai, Hindari merokok di dalam rumah, Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Periksa ke puskesmas jika mengalami gejala batuk, demam, atau sesak napas", pungkasnya.(F).

Potretbogor Iklan dan TV