Gerakan Literasi Sekolah Kian Menggema: 33 Pojok Baca Kelas Diluncurkan di Babakan Madang
#Pendidikan #Politik #BogorRaya #Peristiwa #Nasional #Hukum & Kriminal #Pemerintah #Teknologi #Lifestyle #Ekonomi #Olahraga #Kesehatan
BABAKAN MADANG I POTRETBOGOR— Sebanyak 33 Pojok Baca Kelas diresmikan di PAUD, TK, RA, SD, dan MI se-Kecamatan Babakan Madang sebagai bagian dari program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang digagas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sejak 2021.
Program ini bertujuan menumbuhkan minat membaca dan membangun budaya literasi sejak dini dengan menghadirkan buku langsung di ruang kelas. Kayuh Literasi menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini.
“Pojok baca kelas masih sangat sesuai untuk dikembangkan dan diberdayakan lebih optimal dalam meningkatkan imajinasi anak sejak usia dini agar menyukai buku dan gemar membaca,” ujar perwakilan Kayuh Literasi, Senin (25/5/2026).
Hasil pemetaan di 33 sekolah menunjukkan tantangan besar, hanya 24 persen kelas memiliki pojok baca yang terawat. 70 buku cerita berasal dari bantuan Kemendikbudristek dan swadaya, sementara 27 persen perpustakaan sekolah masih berkondisi minim dengan koleksi mayoritas buku pelajaran.
"Minimnya buku menarik sesuai usia, terbatasnya akses ke perpustakaan, serta rendahnya prioritas program literasi di lembaga pendidikan menjadi hambatan utama," jelasnya.
Untuk mengatasinya, para wali kelas dan wali murid dibekali pelatihan Parenting dan Membaca Nyaring, serta program berkelanjutan melalui monitoring dan evaluasi. Setiap pojok baca dilengkapi 40 eksemplar buku cerita, rak buku, alas duduk, dan hiasan dinding.
"Harapannya, inisiatif ini memantik kepala sekolah dan guru lain untuk memperluas pojok baca di kelas masing-masing," ujarnya.
Setelah sukses menghadirkan 21 pojok baca di 2025, tahun ini Kayuh Literasi menambah 33 pojok baca baru sehingga total mencapai 54 unit.
"Dengan dukungan donatur, targetnya 145 sekolah dan madrasah memiliki pojok baca hingga 2029," katanya.
*Kolaborasi literasi juga diperluas ke masyarakat*
Sejak 2007, Perpustakaan SDN Bojong Koneng 05 bekerja sama dengan Taman Baca Viva untuk memberdayakan sarana baca bersama. Meski masih sederhana, taman baca masyarakat diharapkan dapat berkolaborasi lebih erat dengan sekolah agar efektif dan efisien.
"Semangat ini dirangkum dalam semboyan: “Sehati Membangun Literasi Negeri," tutupnya.(bu/bc)

