Gandeng Dinkes, Pemdes Sumurbatu Sosialisasikan Bahaya Stunting dan Tuberkulosis untuk Warganya


BOGOR I POTRETBOGOR-Dalam menekan permasalahan Stunting dan Tuberkulosis, Pemerintah Desa Sumurbatu Kecamatan Babakanmadang Kabupaten Bogor, mengadakan sosialisasi yang menyasar warganya, bertempat di Aula desa setempat, Senin (30/6/2025).


Dalam giat ini, Pemerintah Desa Sumurbatu melibatkan pihak Dinas Kesehatan melalui Puskesmas setempat, Bidan Desa dan Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan (Penkes) Kecamatan Babakan Madang sebagai nara sumber dalam menyampaikan sosialiasinya.


"Untuk warga harus mementingkan pola hidup dan pola makan yang sehat. Seperti pencegahan stunting mulai dari ibu hamil rutin berkonsultasi dengan pihak kesehatan yang ada di Puskesmas. Sementara untuk Tuberkulosis bisa dimulai dari lingkungan kita yang sehat dan bersih," ujar Bidan Inne dari Pihak Puskesmas Babakanmadang.


Pengobatan bagi penderita Tuberkulosis dan Stunting


Masyarakat yang mengidap penyakit Tuberkulosis harus menjaga pola makan yang sehat, rutin melakukan pengobatan yang dianjurkan pihak kesehatan melalui puskesmas maupun Rumah Sakit terdekat.


"Masyarakat harus rutin dalam melakukan pengobatan secara rutin, jangan minder. Harus punya semangat untuk sembuh," ujar Inne.


Inne memaparkan, pengobatan tuberkulosis (TB) difokuskan pada pemberian obat anti-TB selama 6-9 bulan, yang terbagi dalam dua tahap: intensif (2-3 bulan) dan lanjutan (4-6 bulan). 


"Jadi bagi penderita TB jangan sampai telat untuk beribat rutin, karena jika hal ini terjadi akan mempersulit masa penyembuhannya," ujarnya.


Sementara itu, pengobatan stunting lebih pada upaya perbaikan gizi, terutama pada anak usia di bawah 2 tahun, yang mencakup pemberian ASI eksklusif, MPASI yang bergizi, dan pemantauan pertumbuhan. 


"Intinya baik TB maupun stunting memerlukan pendekatan multidisiplin dan deteksi dini untuk hasil yang optimal. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) jadi kunci utama," tukasnya.


Dalam kegiatan ini, Pemerintah Desa Sumurbatu juga memberikan makanan bergizi kepada warga yang hadir, terutama keluarga kurang mampu dan anak-anak, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan dan mengatasi masalah gizi seperti stunting.


"Program ini juga bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi gratis, dengan memanfaatkan dana desa dan potensi desa," jelas Kades Adi Nurhimat.


Editor: Asep Bucek

Potretbogor Iklan dan TV