Fenomena Harga Soto Kuning Tak Wajar di Jalur Empang Bogor, Satpol PP Diminta Berindak


BOGOR I POTRETPERSTIWA— Fenomena harga soto kuning di Jalur Empang, Bogor kembali memantik sorotan publik. Sejumlah pengunjung mengaku kaget dengan tarif yang dinilai tidak wajar dan jauh di atas standar umum.


Salah satu korban, Pak Botol (45), menceritakan pengalamannya saat makan di lokasi tersebut pada Rabu (21/10/2026).


“Saya makan soto sama nasi bersama teman harganya Rp91 ribu. Langsung saya kaget, biasanya satu porsi itu Rp20–30 ribu. Pas ditanya ulang ke penjual, harga satu mangkoknya Rp39 ribu. Ini tidak wajar, gak umum,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).


Pak Botol menambahkan, jika sejak awal tahu harganya bakal mahal, ia lebih memilih mencari tempat makan lain.“Saya juga lupa gak nanya dulu, dan memang pedagang di wilayah lain mah gak segitu, harganya lebih murah. Kalau ini mah jelas sudah seperti harga di restoran,” katanya.


Kejadian ini menimbulkan dugaan adanya praktik cap getok atau penetapan harga seenaknya oleh pedagang. Publik khawatir fenomena ini bukan kasus tunggal, melainkan pola yang dilakukan sejumlah pedagang di kawasan tersebut.


Sorotan Publik


Harga tak wajar: Perbedaan mencolok dengan standar pasar menimbulkan keresahan.Cap getok pedagang: Dugaan praktik merugikan konsumen.Satpol PP diminta turun tangan: Warga berharap ada pembinaan dan pengawasan.


Tuntutan Warga


Masyarakat mendesak Satpol PP dan pihak berwenang untuk segera meninjau lokasi pedagang di Jalur Empang. Langkah pembinaan dianggap penting agar praktik harga tidak wajar tidak semakin merugikan konsumen dan mencoreng citra kuliner lokal Bogor.


Program pembinaan dan pengawasan harga di titik-titik kuliner populer dinilai perlu dilakukan secara rutin, agar keamanan konsumen tetap terjaga dan pedagang tidak semena-mena menetapkan tarif.(rob/b)

Potretbogor Iklan dan TV