Di Tengah Overcapacity, Solusi Bangun Indonesia Justru Tumbuh: Laba Naik, Ekspor Melonjak, Semen Kujang Bangkit


JAKARTA I POTRETEKBIS- PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“Solusi Bangun Indonesia” atau “Perseroan”) berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah tekanan industri semen nasional. 


Sepanjang semester I 2026, Perseroan membukukan total volume penjualan 6,10 juta ton, tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski industri masih menghadapi tantangan overcapacity, persaingan harga, serta kenaikan biaya energi dan logistik.


Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI) mencatat permintaan semen nasional mulai menunjukkan pemulihan sepanjang semester I 2026, didorong percepatan belanja pemerintah dan aktivitas konstruksi di daerah. Namun, lemahnya daya beli masyarakat dan belum pulihnya sektor properti membuat pemulihan pasar belum merata di seluruh segmen.


Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, menegaskan bahwa Perseroan memprioritaskan penguatan daya saing dan optimalisasi kapasitas untuk merespons dinamika industri. Strategi tersebut dijalankan melalui efisiensi operasi, disiplin pengelolaan keuangan, serta perluasan basis pasar domestik dan ekspor.


“Pertumbuhan volume penjualan menunjukkan kemampuan Solusi Bangun Indonesia dalam mengonversi peluang pemulihan permintaan menjadi pertumbuhan bisnis, terutama melalui transformasi fundamental pada penjualan retail. 


"Di saat yang sama, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperluas basis pelanggan dan mengoptimalkan kapasitas produksi,” ujar Rizki Kresno Edhie Hambali, Selasa (1/9/2026).


Hingga akhir semester I 2026, Perseroan mencatat pendapatan tumbuh 10,63% menjadi Rp5,5 triliun. Laba kotor meningkat 15,9% menjadi Rp1,20 triliun, mencerminkan penguatan profitabilitas. 


Pengendalian biaya yang disiplin membantu menjaga kinerja operasional di tengah kenaikan harga energi, biaya logistik, dan volatilitas nilai tukar, sehingga Perseroan tetap membukukan EBITDA sebesar Rp806 miliar. 


Solusi Bangun Indonesia menutup semester I 2026 dengan laba periode berjalan Rp278 miliar, naik 4,31% dibandingkan semester I 2025.


Bidik Pertumbuhan dari Pasar Domestik dan Ekspor


Memasuki semester II 2026, Perseroan melihat peluang pertumbuhan masih terbuka seiring keberlanjutan proyek pembangunan dan belanja pemerintah. Fokus utama diarahkan pada penguatan penetrasi pasar domestik serta pengembangan pasar ekspor untuk memperluas jangkauan dan mengoptimalkan kapasitas produksi.


Jawa Barat menjadi salah satu pasar prioritas, dengan pertumbuhan permintaan semen mencapai 7,5 persen secara tahunan. Momentum ini dimanfaatkan Perseroan bersama SIG untuk menghidupkan kembali Semen Kujang, merek ikonik yang memiliki sejarah panjang sebagai pelopor industri semen di Jawa Barat.


Reaktivasi Semen Kujang menjadi strategi memperkuat relevansi merek di pasar Jawa Barat, memadukan kekuatan heritage lokal dengan kapabilitas produksi dan distribusi Perseroan. Langkah ini diharapkan memperluas basis pelanggan dan memperkuat posisi Perseroan di salah satu pasar semen terbesar di Indonesia.


Di sisi lain, pengembangan pasar ekspor menjadi strategi penting untuk mendiversifikasi sumber permintaan di tengah kondisi kelebihan pasokan industri semen nasional. Melalui kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation, Perseroan mengoptimalkan peluang ekspor ke Amerika Serikat. 


Hingga Juni 2026, volume ekspor mencapai 97.500 MT semen tipe khusus, dengan target mencapai 450 ribu MT hingga akhir tahun buku 2026.“Reaktivasi Semen Kujang merupakan bagian dari cara kami mengoptimalkan kekuatan yang telah dimiliki untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru. 


"Kombinasi ekuitas merek yang kuat, pemahaman terhadap karakter pasar lokal, dan kapabilitas Perseroan menjadi fondasi untuk memperkuat daya saing di Jawa Barat sekaligus menciptakan nilai lebih besar bagi konsumen dan bisnis,” ujar Rizki Kresno Edhie Hambali.

Potretbogor Iklan dan TV