Bukan Cuman PDIP dan PKB, Beberapa Parpol Siap Berlayar Menjadi Perahu Jaro Ade
#Pendidikan #Politik #BogorRaya #Peristiwa #Nasional #Hukum & Kriminal #Pemerintah #Teknologi #Lifestyle #Ekonomi #Olahraga #Kesehatan
BOGOR|POTRETBOGOR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah keluarkan Peraturan KPU (PKPU), dan menetapkan tanggal pembukaan pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati Bogor pada tanggal 27 dan 28 hingga 29 Agustus 2024.
Maka dari itu, waktu pasangan Cabup dan Wacabup Bogor mendaftarkan diri ke KPU Kabupaten Bogor tersisa 5 hari. Tetapi, hingga saat ini belum ada satupun pasangan yang sudah deklarasi maupun berkoalisi.
“Tunggu saja waktunya, kami akan mendeklarasikan pasangan calon bupati dan wakil bupati Bogor kami,” ucap H. Maulana salah satu Tim pemenangan calon bupati Bogor Jaro Ade, Minggu (25/4/2024).
Lalu, H. Maulana mejelaskan, bahwa seluruh kader Partai Golkar Kabupaten Bogor masih optimis dan yakin B1KWK Partai Golkar akan jatuh ke tangan Jaro Ade sebagai calon bupati Bogor.
“Kami yakin pak Jaro Ade akan maju dalam pemilihan bupati Bogor 2024 ini, bahkan diinternal kami para relawan dan tim sukses sudah merencanakan acara pendaftaran pak Jaro Ade yang meriah saat mendaftar ke KPU antara tanggal 27 atau tanggal 29 Agustus 2024,” jawabnya.
Ia mengatakan, ada dua partai politik yang sudah memberikan surat rekomendasi kepada Jaro Ade yakni, PDI-Perjuangan dan PKB. Artinya, meski Jaro Ade tidak menggunakan perahu Golkar untuk berlayar, masih ada perahu-perahu lain yang siap untuk berlayar.
“Ada dua parpol yang sudah memberikan rekom yakni, PDI-Perjuangan memasangkan Jaro Ade sebagai bupati dan Musyafaur Rohman sebagai wakil. Sedangkan dari PKB memasangkan Jaro Ade sebagai bupati Bogor dan Rieke Iskandar sebagai calon bupati Bogor,” tuturnya.
Sebagai putra asli kelahiran Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor Jaro Ade merupakan sosok yang sangat pantas memimpin Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, dari berbagai element masyarakat terus berdatangan dan mendesak Jaro Ade menjadi Bupati Bogor.
“Seluruh element masyarakat Kabupaten Bogor sudah deklarasi mendukung Jaro Ade sebagai bupati Bogor. Jika Golkar tidak memanfaatkan peluang ini sebuah kesalahan besar. Masak kalah sama partai lain yang sudah memberikan rekomendasi ke pak Jaro Ade,” Kata Maulana.
secara peta politik di Kabupaten Bogor, angka kemenangan Jaro Ade sangat tinggi, karena hal itu dibuktikan dengan hasil survei beberapa lembaga survei terkemuka. Maka itu, bukan tanpa alasan PDI-Perjuangan dan PKB memberikan surat rekomendasi kepada Jaro Ade.
“Bukan hanya angka popularitas dan elektabilitasnya saja yang sudah melampaui ambang batas yakni 58 persen, namun deklarasi dukungan masyarakat kepada Jaro Ade yang secara organik terus muncul dari berbagai pelosok daerah,” ungkapnya.
“Harusnya ini menjadi pertimbangan bagi para elit Partai Golkar ditingkat DPP, karena kami tahu persis kondisi Kabupaten Bogor. Sangat disayangkan jika Partai Golkar kehilangan kader terbaiknya di Kabupaten Bogor yang memiliki DPT nyaris 4 juta,” tukasnya.

