BNPB Catat 770 Jiwa Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera


JAKARTA I POTRETPERISTIWA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan koreksi signifikan terhadap jumlah korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera.


Dalam konferensi pers virtual pada Rabu malam (3/12), Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (PusdatinKK) BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 770 orang.


“Memang ini tadi ada koreksi yang kita lakukan dari data yang sudah masuk di dashboard (situs BNPB) secara online. Sehingga total korban meninggal yang sudah tervalidasi dan terverifikasi itu ada 770 orang, korban yang masih dalam pencarian 463 orang dan 2600 orang luka-luka,” jelas Abdul Muhari.


Seruan Evaluasi dan Mitigasi


Tragedi ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Ketua Apdesi Salem, Slamet Becco. Ia menilai bahwa bencana ini tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga akibat kelalaian manusia dan lemahnya pengawasan pemerintah.


“Ini bukan hanya bencana alam, tapi juga akibat ulah manusia yang tidak bertanggung jawab serta kelalaian pemerintah. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap penyebab banjir dan longsor ini,” tegas Slamet Becco.


Ia menekankan pentingnya tindakan konkret seperti reboisasi, pelestarian hutan, dan penataan ruang yang berkelanjutan. “Kalau kita tidak segera bertindak, bencana seperti ini akan terus berulang dan memakan lebih banyak korban,” tambahnya.


Bencana ini menjadi pengingat keras bahwa krisis iklim dan kerusakan lingkungan bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang sudah di depan mata. Pemerintah dan masyarakat dituntut untuk bersinergi dalam membangun sistem mitigasi yang tangguh dan berkelanjutan.



Berikut data korban jiwa 


Aceh: Luka Mendalam di Serambi Mekkah


Provinsi Aceh menjadi wilayah terdampak paling parah. Abdul Muhari merinci bahwa sebanyak 277 orang meninggal dunia, 193 orang masih hilang, dan 1.800 lainnya mengalami luka-luka. Kerusakan infrastruktur pun sangat masif:


- 48 rumah ibadah rusak

- 123 fasilitas umum terdampak

- 99 gedung perkantoran rusak

- 75 fasilitas pendidikan rusak

- 5.200 unit rumah rusak

- 204 jembatan rusak


Sumatera Utara: 299 Jiwa Melayang


Di Sumatera Utara, bencana melanda 17 kabupaten dan kota. BNPB mencatat:


- 299 orang meninggal dunia

- 159 orang masih dalam pencarian

- 611 orang luka-luka

- 2.400 rumah rusak

- 74 fasilitas umum rusak

- 1 fasilitas kesehatan rusak

- 54 fasilitas pendidikan rusak

- 19 rumah ibadah rusak

- 27 jembatan rusak


Sumatera Barat: Luka dan Kerusakan Meluas


Sementara itu, di Sumatera Barat, 194 orang dilaporkan meninggal dunia, 111 orang masih hilang, dan 112 orang mengalami luka-luka. Kerusakan infrastruktur juga sangat signifikan:


- 2.800 rumah rusak

- 157 fasilitas umum rusak

- 8 fasilitas kesehatan rusak

- 84 fasilitas pendidikan rusak

- 65 rumah ibadah rusak

- 1 gedung perkantoran rusak

- 64 jembatan rusak

*asb

Potretbogor Iklan dan TV