97 Tahun Berkarya, Kowani Mantap Gelar Kongres Luar Biasa Demi Indonesia Emas 2045
#Pendidikan #Politik #BogorRaya #Peristiwa #Nasional #Hukum & Kriminal #Pemerintah #Teknologi #Lifestyle #Ekonomi #Olahraga #Kesehatan
JAKARTA I POTRETINDONESIA– Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bersama pimpinan organisasi anggota menggelar rapat koordinasi di Hotel Sultan, Jakarta, 21 Januari 2026.
Pertemuan ini mengusung tema “Optimisme Perempuan Menuju 100 Tahun Kowani dan Indonesia Emas 2045” sebagai wujud komitmen organisasi perempuan tertua di Indonesia dalam menjaga peran strategisnya bagi bangsa.
Puluhan pimpinan organisasi anggota hadir dalam rapat yang juga disertai kegiatan edukasi berupa preview film Suamiku, Lukaku serta diskusi mengenai isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kowani sendiri beranggotakan 118 organisasi, dengan sejarah panjang sejak didirikan pada tahun 1928 oleh tiga organisasi perempuan pelopor: Aisyiyah, Wanita Katolik RI (WKRI), dan Wanita Taman Siswa (WTS).
Ketua Kowani Dr. dr. Hj. Ulla Nuchrawaty, M.M. menegaskan bahwa tujuan utama pertemuan adalah menyelesaikan persoalan internal melalui Kongres Luar Biasa (KLB) dengan agenda perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Bangsa ini memiliki suatu organisasi tertua dan terbesar, namanya Kowani, berkontribusi sebagai pilar bangsa, menelorkan tokoh-tokoh yang dasyat luar biasa, berkaliber nasional dan internasional. Negara terancam kalau kita diam. Kalau tidak mengakhiri ini, pilih yang terbaik dari yang terbaik,” ujar Ulla Nuchrawaty, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, konflik internal yang berlangsung selama 12 bulan pasca terpilihnya kepengurusan DP Kowani harus segera diakhiri. Sebelumnya, 19 anggota DP Kowani telah menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto, S.H. pada November 2025, sehingga muncul desakan untuk menggelar KLB.
“Oleh karena itu, tidak ada jalan lain, kita harus mengakhiri ini semuanya. Dan jalan yang legal, jalan yang lurus, jalan yang diridhoi Allah, dan tidak meninggalkan bekas, tidak ada residu adalah hanya Kongres Luar Biasa (KLB). Kongres Luar Biasa adalah tugas memperbaiki, menyempurnakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi,” tegas Ulla.
Ia menambahkan, jika konflik tidak segera diselesaikan, hal itu akan mempermalukan wajah bangsa karena Kowani merupakan federasi yang mewakili Indonesia di tingkat global melalui International Council of Women (ICW).
Dukungan terhadap KLB juga datang dari Sri Yoeliati Sugiri (Wanita Taman Siswa/WTS) yang mewakili unsur pendiri Kowani.
“Kowani harus dipertahankan sebagai aset negara, 97 tahun tidak pernah terjadi segala sesuatu, tahun ini kita menghadapi suatu ancaman, satu ujian. Mudah-mudahan semua itu akan selesai, pasti,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa sejarah pendirian Kowani tidak boleh diputarbalikkan. Kowani didirikan oleh tiga organisasi perempuan, yakni Aisyiyah, WKRI, dan WTS, bukan yang lain.
Rapat koordinasi ini meneguhkan tekad bersama untuk segera melaksanakan Kongres Luar Biasa Kowani pada Januari 2026, sebagai langkah penting menuju 100 tahun kiprah Kowani dan cita-cita Indonesia Emas 2045.(red)

