Mendagri Mentahkan Wacana Bogor Raya

POTRETBOGOR.COM | Jakarta – Muncul usulan pembentukan Provinsi Bogor Raya. Kajian mengenai usulan itu pun tengah dibahas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, tetapi wacana itu langsung dimentahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut kajian itu akan tuntas pada akhir tahun ini. Kajian itu dilakukan tim khusus yang dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor.

“Yang penting kajiannya dulu. Akhir tahun ini kajiannya rampung,” ucap Bima pada Rabu, 14 Agustus 2019.

Menurut Bima, serampungnya kajian itu nantinya akan diteruskan ke Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat. Dalam kajian itu Bima menyebut ada tiga opsi yaitu perluasan wilayah, pembentukan Provinsi Bogor Raya, dan memaksimalkan koordinasi antarwilayah. Namun Bima mengaku mendengar Bupati Bogor Ade Yasin lebih setuju dengan pembentukan provinsi. 

“Seperti di Kuningan ada Kunci Bersama itu. Kuningan, Cirebon, Brebes, itu kunci bersama,” lanjut dia.

Menanggapi usulan itu Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebut kotanya lebih cocok masuk ke Jakarta apabila Provinsi Bogor Raya terbentuk. Menurutnya, sebagian besar warga Kota Bekasi setuju jika bergabung dengan Jakarta.

Benarkah?

Rahmat Effendi yang akrab disapa Pepen itu mengatakan sekitar 60-80 persen warga Bekasi setuju bergabung dengan Jakarta. Apa alasannya?

“Kalau dijajak pendapat pasti 60, 70, 80 persenlah pasti, karena DKI kan punya support yang luar biasa. Tapi kemarin saya baca di medsos, ya karena DKI mau menguasai (TPST) Bantargebang. Apa yang dikuasai? Orang di sana dia, TPA juga milik dia kok bukan punya kita, kecuali nggak ada yang dikuasai apalagi dalam satu kesatuan antardaerah, satu kesatuan nasional kan NKRI,” ujar Pepen pada Senin, 19 Agustus 2019.

Selain itu, Pepen itu menyatakan ada beberapa keidentikan antara Kota Bekasi dan Jakarta. Selain dari sisi historis, Bekasi memiliki kultur yang mirip dengan Jakarta.

“Bogor mah gagas Provinsi Bogor Raya. Kita sampaikan Bekasi itu polisinya sudah ke Polda Metro Jaya, tentaranya ke Jayakarta. Administratif hirarkisnya. Saya kan delapan keturunan di Bekasi ya, dulu keresidenan Jatinegara itu, Jatinegara, Cilincing, Bekasi. Tahun 76 Cilincing-Cakung diambil menjadi Jakarta. Tahun 50-an Bekasi itu keluar Jatinegara. Tahun 76 Cilincing-Cakung diambil, kita dapat stadion. Nah sekarang kita tinggal hasil pemekaran kabupaten/kota tentunya punya historis budaya, sejarah,” ujar Pepen.

Mengenai penamaannya sendiri, Pepen tidak mau ambil pusing. Jika Bekasi masuk ke Provinsi Jakarta, dia setuju bila Bekasi berubah nama menjadi DKI Jakarta Tenggara.

Namun usulan itu langsung dimentahkan Tjahjo sebagai Mendagri. Tjahjo meminta untuk menunda wacana tersebut.

“Wacana, jangan bikin dulu,” kata Tjahjo saat ditemui di kantornya.

Tidak hanya Bogor, Tjahjo mengatakan ada 314 lainnya yang mengusulkan diri untuk menjadi daerah otonom. Mengingat jumlah yang besar, Kemendagri pun saat ini sedang memberlakukan moratorium.

“Makanya dengan jumlah yang begitu besar, saya bertanggung jawab, saya sudah menyampaikan kepada Bapak Presiden, termasuk Bapak Wapres sebagai Ketua Dewan Otonomi Daerah untuk ditunda dulu,” sambungnya.

Tjahjo pun mengimbau kepada para pimpinan daerah untuk memfokuskan diri pada pemerataan pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan.

“Ya, sekarang dioptimalkan dulu. infrastrukturnya, untuk semua bidang kesejahteraan,” pungkas Tjahjo.(*)

BACA JUGA :

Sumber : Detik.com

Related posts