Inilah 4 Wajah Anyar Wakil Bogor di DPR RI

POTRET BOGOR | Wajah anyar dipastikan mengisi 4 dari 9 kursi DPR RI dari Dapil V Kabupaten Bogor hasil Pemilu 2019. Partai Gerindra meraih dua kursi setelah memperoleh suara partai 255.374 dan suara caleg 369.384 usai Rekapitulasi Suara Tingkat KPU Kabupaten Bogor rampung, Selasa (7/5/2019).

Hasil hitungan Sainte Lague (murni), empat wajah anyar itu yakni wakil Gerindra, Mulyadi (70.569 suara), wakil PKS Fahmy Alaydroes (67.677 suara), wakil PPP Elly Rachmat Yasin (71.884 suara) dan wakil PKB Tommy Kurniawan (33.988 suara).

Sementara 5 kursi sisanya masih dikuasai petahana (incumbent), yakni wakil Gerindra Fadli Zon (230.524 suara), wakil Golkar Ichsan Firdaus (64.240 suara), wakil PDI Perjuangan Adian Napitupulu (80.228 suara), wakil PAN Primus Yustisio (86.983 suara) dan wakil Demokrat Anton Sukartono Suratto (55.634 suara).

Nama-nama anyar yang sebelumnya disebut bakal mewarnai Senayan, seperti Ade Wardhana (PKB) dan Ravindra Airlangga (Golkar), ternyata tidak cukup kuat untuk bersaing dengan para incumbent dari daerah yang disebut dapil neraka ini.

Ade Wardhana caleg nomor urut dua dari PKB hanya mampu meraup suara 15.381. Tidak sampai separuh yang didapat Tommy Kurniawan yang nangkring di urutan 1.

Sementara Ravindra, caleg Golkar nomor urut 1 sekaligus putra dari Airlangga Hartarto, meraih 57.584 suara. Hanya terpaut 6.656 suara lebih sedikit dibanding Ichsan Firdaus caleg nomor urut 2, untuk lolos ke Senayan.

Sebelumnya, Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi menilai, kemungkinan wajah-wajah baru berhasil menduduki kursi DPR RI dengan dua alasan. Yakni faktor pragmatis dan politis.

“Wajah-wajah baru yang muncul dan diperkirakan lolos, menggunakan politik pragmatis dalam memengaruhi pemilih, entah itu politik transaksional ataupun politik identitas,” kata Yus.

Sementara faktor politis, terpilihnya wajah-wajah baru bisa dilihat sebagai bentuk hukuman masyarakat bagi caleg-caleg incumbent. Kondisi ini lebih disebabkan karena caleg incumbent tidak maksimal dalam menyalurkan program-program maupun aspirasi dari dapil mereka.

“Hukumannya ya tidak memilih kemudian memilih yang lain tapi belum tentu juga lebih baik dari yang lama. Yang pasti, bagi masyarakat, wajah lama sudah terbukti tidak lagi mampu mewakilinya,” kata dia.

Yus memprediksi, wajah baru di Senayan bakal mengubah desain program untuk menjadi wakil rakyat. Perubahan bisa menuju arah lebih baik atau sebaliknya.

“Ke depan, wajah baru saat ini juga akan tergantikan oleh wajah baru lagi ketika wajah baru hari ini tidak memberikan sebuah perubahan yang signifikan terhadap aspirasi masyarakat,” tegasnya.(*)

sumber Pojokbogor

Related posts

Leave a Comment