THR Masih Tanda Tanya, Berikut 3 Hal yang Bisa Dipangkas Jelang Lebaran

POTRETBOGOR.COM |Jakarta — Tunjangan Hari Raya ( THR) adalah tambahan dana yang paling ditunggu saat menjelang Lebaran. Namun Lebaran dalam situasi tidak pasti akibat pandemic Covid-19 mungkin akan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Apalagi santer beredar kabar, beberapa perusahaan tidak mampu membayarkan THR karyawannya.

Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto mengatakan, kondisi saat ini yang tidak pasti dengan tidak adanya kepastian pembayaran THR tentunya bisa disikapi dengan bijaksana.

Apalagi menurut dia, saat ini harga cenderung stabil karena kurangnya daya beli masyarakat. “Jadi sebenarnya yang utama dari Lebaran itu kan acaranya bukan belanjanya.

Memang biasanya saat hari besar harga akan naik, tapi kondisi seperti ini harga enggak akan naik banyak, karena kegiatan dibatasi sehingga mau tidak mau pengeluaran juga mungkin tidak sebanyak tahun sebelumnya,” kata Eko.

Eko mengimbau agar Anda melakukan alokasi dana secara bijak apabila THR tak kunjung cair. Hal ini mengingat dalam situasi tak pasti dana cadangan tentunya akan membantu dalam memperkuat pondasi finansial. “Jika ada pengeluaran namun penghasilan tidak nambah atau tidak ada THR, mau enggak mau harus membatasi pengeluaran,” ungkap dia.

Adapun 3 pengeluaran wajib saat Lebaran yang bisa dipangkas, antara lain :

1. Mudik

Dengan pembatasan sosial dan lockdown yang terjadi saat ini tentunya akan menyulitkan Anda untuk melakukan kegiatan mudik seperti yang tahun-tahun lalu dilakukan.

Ini tentunya akan menghemat anggaran Anda dimasa pandemi Covid-19. Tak tanggung, anggaran yang akan Anda hemat lebih dari 50 persen THR.

“Yang udah pasti terpangkas itu mudik, mudik itu bisa hampir 50 persen dari THR, bahkan lebih kadang-kadang,” ungkap Eko.

2. Halal bihalal

Biaya halal bihalal atau open house yang biasanya dilakukan tentunya akan ditiadakan mengingat aturan pemerintah mengenai pembatasan sosial. Ini tentunya acara halal bihalal hanya akan dilakukan oleh keluarga inti serumah saja. Ini tentunya akan menghemat biaya konsumsi.

“Acara makan-makan akan dikurangi karena tidak ada kumpul-kumpul dan cuma keluarga rumah saja, sehingga biaya tidak terlalu besar sekali,” ujar dia.

3. Baju baru

Umumnya lebar identik dengan baju baru baru. Namun saat ini, membeli baju baru tampaknya bukan suatu hal yang menjadi keharusan. Apalagi dengan kondisi seperti ini, tidak menjamin bisa berlebaran dan bersilaturahmi dengan saling mengunjungi satu sama lain.

Eko menilai ada banyak hal yang dapat dikurangi saat ini dan berfokus pada kekuatan finansial selama imbauan di rumah saja tetap berlaku. Eko menyarankan dalam kondisi pandemi ini, ada baiknya untuk mengurangi sifat konsumtif dan berbagi kepada yang mampu baik dalam bentuk sedekah maupun zakat.

Selain itu, jika saja Anda memperoleh THR maka ada baiknya jika tetap berhemat dan mengalokasikan dana THR Anda untuk kebutuhan darurat. Ini karena ketidakpastian yang terjadi usai lebaran masih membayangi.

“Kita enggak tahu ke depannya seperti apa. Atau mungkin yang lebih bahaya habis Lebaran langsung PHK. Maka mau tidak mau harus mengatur biaya untuk dana cadangan. Siapkan dana cadangan 2-3 bulan ke depan,” pungkasnya (*)


Sumber :Kompas

Related posts