PENDIDIKAN 

Antisipasi Pandemi Berlanjut, Nadiem Makarim akan Upayakan Digitalisasi Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Sumber: Kemendikbud)


POTRETBOGOR.COM | JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bakal mengupayakan program digitalisasi sekolah pada tahun depan atau 2021.

“Jadi tahun depan digitalisasi sekolah akan menjadi tema utama,” kata Nadiem Makarim dalam Cerita di Kemenkeu Mengajar 5 yang dikutip dari akun Youtube Kemendikbud.

Terkait digitalisasi sekolah, Nadiem menerangkan, wacana tersebut dilakukan untuk mengantisipasi pembelajaran secara digital seperti dilakukan selama pandemi.

“(Sebagai) persiapan, semua sekolah mempunyai gawai, yaitu laptop untuk bisa mengerjakan baik PJJ atau digitalisasi sekolah untuk dapat pelatihan terbaik, kurikulum online, dan lain-lain,” ujar Nadiem.

Rencana digitalisasi sekolah tersebut, kata Nadiem, juga menjadi langkah antisipasi jika pandemi Covid-19 masih akan berlanjut.

“Jadi kita harus antisipasi hal-hal, jangan mengira bahwa tiba-tiba saja akan hilang,Kita doakan pandemi akan berlalu, tapi kami harus siap. Itu adalah filsafat kita di Kemendikbud.” Ujar nya.

Untuk penyediaan sarana pendidikan (peralatan TIK) digitalisasi sekolah, Kemendikbud akan menganggarkan sebesar Rp 1,175 triliun.

Nadiem mengatakan, anggaran yang cukup besar ini untuk pengadaan unit laptop bagi guru dan siswa menghadapi uji asesmen kompetensi yang direncanakan Kemendikbud berlangsung tahun depan.

“Laptop-laptop untuk mengantisipasi asesmen kompetensi tahun depan dan juga untuk memberikan TIK yang layak bagi guru-guru dan anak-anak,” kata Nadiem.

Saat ini, salah satu kebijakan yang masih berlangsung di tengah pandemi ialah bantuan kuota internet kepada siswa, guru, mahasiswa, dan dosen, untuk memfasilitasi pembelajaran jarak jauh secara daring.

Salah satu survei bahkan menyebutkan bahwa 85 persen masyarakat menilai kuota gratis adalah kebijakan yang tepat di tengah pandemi.

“Kebijakan kuota gratis merupakan yang pertama dalam sejarah Indonesia. Penyaluran bantuan sosial berupa internet gratis diberikan ke puluhan juta orang dalam waktu kurang lebih sebulan,” katanya.

Ke depan, bahkan Nadiem mengusulkan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membuat dompet digital siswa.

Di mana dalam nomor bantuan kuota juga disertakan layanan dompet digital untuk mempermudah distribusi bansos.(*)

Sumber :KompasTv

Related posts